Company Logo

Administrasi Sekolah

Kurikulum

Articles

Sejarah Singkat

Bermula dari keputusan yang menetapkan bahwa rayonisasi dalam Penerimaan Murid Baru (PMB) tahun 1975, SMA Negeri 8 Jakarta yang beralamat di jalan Bukit Duri Kecamatan Tebet Kotamadya Jakarta Selatan tidak boleh menerima lulusan dari SMP Negeri 73 yang beralamat di jalan Tebet Timur, Kecamatan Tebet, Kotamadya Jakarta Selatan. Dengan keputusan ini membuat masyarakat Tebet dan sekitarnya kebingungan untuk mencari sekolah dan berusaha mencari jalan keluar untuk menembus kesulitan itu. Pengurus BP.3 SMP Negeri 73 Jakarta mencoba mengatasi masalah ini dan mendapat dukungan dari Camat Tebet, Lurah Tebet Timur, Lurah Kebon Baru serta PGRI Anak Cabang Tebet. 

Maka diadakanlah pertemuan unsur-unsur tersebut di atas dengan Kepala SMA Negeri 8 Jakarta di Bukit Duri Jakarta Selatan, dari hasil musyawarah tersebut selanjutnya Kepala SMA Negeri 8 Jakarta berkonsultasi dengan pihak Kantor Wilayah Depdikbud DKI Jakarta. Setelah mendapat persetujuan dari Kepala Kantor Wilayah Depdikbud DKI Jakarta, akhirnya Kepala SMA Negeri 8 Jakarta menyetujui untuk membuka Filial di Kebon Baru dengan syarat asal benar-benar mendapat dukungan dari masyarakat.

Maka pada tanggal 22 Desember 1974 terbentuklah Panitia Persiapan dan Pembukaan SMA Negeri 8 Filial Jakarta di daerah Kebon Baru, Tebet, Jakarta Selatan dengan alamat sekretariat di Jalan Tebet Timur I No. 1 Jakarta Selatan.


Adapun susunan Panitia Persiapan dan Pembentukan tersebut adalah sebagai berikut :

1.

Pelindung

:

Walikota Jakarta Selatan

2.

Penasehat 

:

Camat Tebet

3.

Ketua I 

:

Sudibyo Sastro Wardoyo

4.

Ketua II

:

Drs. Soeroso

5.

Ketua III

:

H. A. Burhani Tjokrohandoko

6.

Sekretaris I 

:

Drs. H. Nurdin Amir

7.

Sekretaris II

:

Hazali Minhad

8.

Anggota

:

1. Hasan Sanusi

 

 

 

2. H. Zainuddin Shamady

 

 

 

3. Edi Langkun ( Lurah Tebet Timur)

          
Selanjutnya Panitia Persiapan dan Pembukaan SMA Negeri 8 Filial ini menghadap Bapak Gubernur DKI Jaya agar gedung sekolah dasar yang sudah siap di Kebon Baru dapat dipergunakan untuk SMA Negeri 8 Filial Jakarta. Dengan suratnya Nomor 40 / 7 / 1975, tanggal 1 Januari 1975 dinyatakan bahwa SMA Negeri 8 Filial diizinkan untuk mempergunakan gedung sekolah dasar tersebut.


Setelah Panitia ini bekerja selama 21 hari, maka pada tanggal 15 Januari 1975 diresmikan pembukaan SMA Negeri 8 Filial Jakarta. Pada tanggal 21 Mei 1975 Panitia ini membubarkan diri untuk mendirikan sebuah yayasan dalam rangka mengembangkan SMA Negeri 8 Filial Jakarta. Setelah diadakan beberapa kali pertemuan, maka dibentuklah yayasan tersebut pada tanggal 4 Juni 1975 dengan nama “YAPPELDA“ (Yayasan Penyantun Kompleks Pendidikan Lapangan Honda).


Dengan Akte Notaris Mohammad Said Tajudin No. 17, Tokoh Pendiri Yayasan ini adalah sebagai berikut :

1.

Bapak H. A. Burhani Tjokrohandoko

2.

Bapak Drs. Soeroso

3.

Bapak Sudibyo Sastro Wardoyo

4.

Bapak Drs. Nurdin Amir

5.

Bapak Zainuddin Shamady

          
Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI tanggal 13 September 1978 Nomor: 6298/0/1978, maka SMA Negeri 8 Filial ditunggalkan/berdiri sendiri menjadi SMA Negeri 37 Jakarta. Dengan memperoleh nomor sendiri, maka SMA Negeri 37 Jakarta dapat lebih luas lagi mengembangkan dirinya di bidang pendidikan dan telah memiliki gedung sendiri yang terletak di jalan H. Rt 06 / 07 Kelurahan Kebon Baru, Kecamatan Tebet, Kotamadya Jakarta Selatan Kode Pos 12830 dengan Sertifikat Hak Pakai nomor P.295/84 tanggal 4 September 1984 dengan luas tanah 3.416 M2.

Dalam waktu relatif singkat yaitu 3 tahun setelah berdirinya SMA Negeri 37 Jakarta telah memiliki sarana sebagai berikut :

1.

Yayasan YAPPELDA

2.

Badan BOMG (BP-3)

3.

Tenaga Edukatif (Pengajar) sebanyak 88 orang

4.

Tenaga Administratif (Tata Usaha) sebanyak 8 orang

5.

Tenaga Pembantu Pelaksana (Pesuruh) sebanyak 12 orang

6.

Jumlah murid laki-laki dan perempuan sebanyak 1500 orang

7.

laboratorium : Biologi, Fisika dan Kimia

8.

Laboratorium Bahasa (Sumbangan YAPPELDA TAHUN 1980)

9.

Koperasi Murid dan Koperasi Guru

10.

Ruang Pramuka, PMR dan Ruang OSIS

11.

Kantin sekolah sebanyak 2 buah

12.

Perpustakaan sekolah, Ruang Mushola dan lain-lain

 

Selama kurun waktu + 33 tahun SMA Negeri 37 Jakarta telah dipimpin oleh beberapa kepala sekolah sebagai berikut :

1.

Drs. H. Nurdin Amir  

 

Tahun   1975  s.d. 1983

 

2.

Mochamad Idris Djajaatmadja

 

Tahun   1983  s.d. 1989

 

3.

Drs. H. Mulia Tarigan

 

Tahun   1989  s.d. 1993

 

4.

Drs. H. Mohammad Zaid

 

Tahun   1993  s.d. 1997

 

5.

Drs. H. Emon Rukmantara

 

Tahun   1997  s.d. 1999

 

6.

Dra. Hj. Ramna Chaniago, M.M

 

Tahun   1999  s.d. 2004

 

7.

Drs. Martumbur Hasugian, M.M. 

 

Tahun   2004  s.d. 2008

 

8.

Dra. Nilwathny Saleh, M.M. 

 

Tahun   2008  s.d. 2010

 

9.

Drs. H. Sugiharto

 

Tahun   2010  s.d. 2013

 

10.

Hj. Nahdiana, M.Pd [Plt]*

 

Tahun   2013  s.d. 2014

 

11

Drs. Ridwan Taopik, M.Pd.

 

Tahun   2014  s.d. Sekarang

 


Kepala Tata Usaha :

1.

Soedjono 

 

Tahun   1977  s.d. 1993

 

2.

Drs. Marijo

 

Tahun   1993  s.d. 2003

 

3.

Agus Mursito, BA.

 

Tahun   2003  s.d. 2010

 

4.

Drs. Subagio, M.M.

 

Tahun   2010  s.d. 2013

 

5.

Agus Mursito, BA. [Plt]*

 

Tahun   2013  s.d. Sekarang

 


Ketua Komite :

1.

Ny. E. Hassan Syatori

 

Tahun   2003  s.d. 2005

 

2.

Ir. H. Abdul Kadir, M.Sc.

 

Tahun   2005  s.d. 2011

 

3.

Sudarmaji, ST.

 

Tahun   2011  s.d. Sekarang

 

 
*Plt : Pelaksana Tugas 




Powered by Joomla!®. SMA Negeri 37 Jakarta ® 1975 - 2013